Selasa, 19 Januari 2016

KRISIS EKONOMI GLOBAL DAN DAMPAKNYA PADA PEREKONOMIAN INDONESIA

Disusun oleh:
Annisa Cholil                
B200120192 / B

Abstrak

Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk membahas secara teoritis krisis ekonomi global, penyebab dan akiat dari krisi ekonomi global di Indonesia dan solusi terbik apa saja yang perlu diambil pemerintah untuk mengatasi krisis globa yang terjadi. Makalah ini mengambil kasus pada krisis ekonomi yang bermula di Amerika Serikat yang diawali pada tanggal 15 September 2008 dan mulai tersebar dan terihat dampaknya pada perekomian di dunia dan termasuk di Indonesia.
Faktor Yang Mempengaruhi Penanaman Modal Asing Terhadap Perkembangan Ekonomi Di Indonesia



Disusun Oleh :
Hafiz Rizal Zaman B    
B200120221 / B


PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Indonesia adalah negara yang berkembang yang mencoba untuk dapat membangun negaranya sendiri. Untuk mencapai keinginan tersebut Indonesia membuka diri dengan bangsa lain demi menunjang pembangunan bangsanya tertuma dalam ekonomi nasionalnya.
Pada tahun 1980 sampai dengan pertengahan tahun 1990-an, Indonesia pernah memiliki kondisi perekonomian yang cukup menjanjikan, segala sesuatu di negara dapat tercukupi dengan hasil dan sumber daya dalam negeri. Strategi pemerintah pada saat itu adalah mengundang para investor asing, khususnya investasi jangka panjang/langsung (PMA). Kebijakan penanaman modal asing (PMA) ini didukung karena penanaman modal sangatlah signifikan dalam pertumbuhan ekonomi nasional.
PAPER AKUNTANSI INTERNASIONAL
ANALISIS PERUBAHAN KURS RUPIAH
TERHADAP DOLLAR AMERIKA
                                                                              

Disusun Oleh :
Estu Putri Pamungkas Sari
B200120401/ B


  A.      LATAR BELAKANG
Nilai tukar mata uang atau kurs merupakan salah satu variabel ekonomi makro yang sangat penting, karena pergerakan nilai kurs  dapat mempengaruhi stabilitas ekonomi. Nilai tukar mata uang atau kurs merupakan salah satu cara bagi suatu negara untuk bias bertransaksi dengan dunia luar karena dengan menggunakan kurs, transaksi dengan luar negeri dapat berjalan dengan baik. Namun ada kendala dalam kurs ini, bahwa tidak setiap nilai mata uang setiap negara adalah sama. Nilai mata uang ini dapat dipengaruhi oleh banyak nya permintaan dan penawaran uang yang terjadi dipasar uang.Pentingnya peranan nilai tukar mata uang bagi suatu negara, mendorong dilakukannya berbagai upaya untuk menjaga posisi kurs mata uang suatu negara berada dalam keadaan yang relative stabil. Stabilitas kurs mata uang juga dipengaruhi oleh system kurs yang dianut oleh suatu negara.
 “PANDANGAN POSITIF MENGENAI HARMONISASI, STANDARISASI, DAN KONVERGENSI STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN NEGARA INDONESIA DAN MALAYSIA


Disusun oleh :
SAKAESA RAGANIYAN SAJIWO
B200120214 / B
                           


BAB I
PENDAHULUAN

1.1.    Latar Belakang Masalah
Di dalam akuntansi keuangan dikenal adanya standar yang harus dipatuhi dalam pembuatan laporan keuangan. Standar tersebut diperlukan karena banyaknya pengguna laporan keuangan. Jika tidak terdapat standar, perusahaan dapat saja menyajikan laporan keuangan yang mereka miliki sesuai dengan kehendak mereka sendiri. Hal ini tentunya akan menjadi masalah bagi para pengguna karena akan menyulitkan untuk memahami laporan keuangan yang ada.
Setiap negara tentunya mempunyai aturan akuntansi (standar) yang berbeda-beda. Perbedaan itu mencakup perlakuan, metode, penyajiann dan pelaporan. Perbedaan akuntansi tiap negara akan menyulitkan bagi para pengguna laporan keuangan terutama bagi para analis, auditor, investor,
Transfer Pricing Sebagai Salah Satu Strategi Perencanaan Pajak Bagi Perusahaan Multinasional

         

Disusun Oleh :

Ricky Aditya Angga Kuswara

B 200 120 087 / B





v  LATAR BELAKANG MASALAH

Perencanaan pajak merupakan sarana yang memungkinkan untuk merencanakan pajak-pajak yang akan dibayarkan agar tidak terjadi kelebihan dalam membayar pajak. Perencanaan pajak tidak berarti sebagai upaya menghindari pajak karena bila demikian jelas bertentangan dengan undang-undang perpajakan yang berlaku. Perencanaan pajak sendiri sebagai bagian terdepan dari manajemen pajak. Manajemen pajak dapat didefinisikan sebagai pengelolaan perusahaan agar kewajiban pemenuhan kewajiban perpajakannya dapat dilakukan dengan baik dan benar, dengan jumlah pajak yang dapat ditekan serendah mungkin untuk mendapatkan laba yang diharapkan tanpa unsur pelanggaran yang dikemudian hari dapat mengakibatkan adanya sanksi atau denda. Dengan demikian tujuan manajemen pajak adalah melakukan usaha efisiensi pajak untuk mencapai laba yang rasional dan melakukan pemenuhan kewajiban perpajakannya secara benar.
PENTINGNYA PERAN AKUNTANSI DALAM PEMBENTUKKAN  CORPORATE GOVERNANCE DI INDONESIA PADA ERA GLOBALISASI



 Disusun Oleh:
NOVITA RAHMAWATI
B200120088 / C



PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Sebenarnya kita telah menggunakan jasa bidang akuntansi dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya ketiak seorang ibu membuat catatan keperluan apa saja yang sudah dibeli dari pasar atau minimarket, maka ibu tersebut bisa dikatakan telah menerapkan teknik akuntansi meskipun sederhana. Contoh lain seorang pemilik toko pasti akan mencatat siapa saja yang ngebon di warungnya. Kemudian dalam jangkauan yang lebih luas, misalnya dalam sebuah perusahaan besar, tentu penerapan pengetahuan di bidang akuntansi akan semakin luas juga. Pertanyaan yang muncul adalah mengapa mereka melakukan hal tersebut?


LEMAHNYA NILAI TUKAR RUPIAH TERHADAP EKSPOR



Disusu Oleh:
OKTA NOFIA SARI
B200120110 (KELAS B)



BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Fluktuasi nilai tukar mata uang memiliki pengaruh terhadap setiap transaksi yang dilakukan oleh perusahaan dalam kegiatan ekspor maupun impor. Fluktuasi kurs memiliki dampak pada nilai perusahaan karena dapat berpengaruh pada jumlah arus masuk kas yang diterima dari kegiatan ekspor perusahaan atau dari anak perusahaan, yang mempengaruhi jumlah arus keluar kas yang digunakan untuk membayar impor. Kurs nilai tukar suatu mata uang mengukur nilai satu satuan mata uang terhadap mata uang lain, jika terdapat perubahan pada kondisi ekonomi maka kurs mata uang dapat berubah cukup besar (Hanafi, 2006:362 dalam Triyono, 2008).